Era Autonomous Dimulai, Tapi bukan di Indonesia :)

21 Mar 2017

Mobil Autonomos punya Google. sumber: commons.wikimedia.org/Grendelkhan

Autonomos adalah sistem kemudi otomatis pada mobil atau kendaraan darat, dimana tak ada sistem kendali manusia. Dari yang banyak ada sekarang, sistem autonomos ini masih merupakan sistem komplementer bukan yang utama; dimana masih diharuskan ada setir dengan pengemudi manusia.

Sistem ini telah merambah mobil komersial, angkutan massal dan mobil angkutan barang antar kota dari yang pernah diuji coba; seperti yang bisa dilihat pada video berikut:

Di negara tetangga Singapura yang infrastrukturnya telah sedemikian maju, sistem autonomos ini juga dilirik demi mempermudah wisatawan serta warga mencapai tempat tujuan (hotel). Begitu pula di negara prestis semacam Dubai.

Padahal satu hingga tiga tahun lalu, kita melihat sektor ini masih ‘dikuasai’ oleh Google lewat pemberitaan yang gencar; dimana hingga saat ini pun masih mengadakan ‘trial-error‘ dengan mobil mungilnya, meski sebenarnya ide dan pemikiran dari mobl autonomos ini bisa ditarik jauh ke belakang dan mempunyai sejarah yang panjang: https://en.wikipedia.org/wiki/Autonomous_car.

Hanya, memang tak ada sesuatu yang sempurna jika jam terbang kita kurang. Yang diketahui Sewa Rental Mobil Livina di Surabaya dari berbagai sumber, Tesla sebagai salah satu mobil autonomos yang cukup laris pun pernah mengalami kecelakaan yang mengakibatkan meninggalnya penumpang: https://www.theguardian.com/technology/2016/jun/30/tesla-autopilot-death-self-driving-car-elon-musk. Hal ini pun agaknya masih menjadi perdebatan meski tidak seramai sebelumnya, tentang siapa yang harus bertanggungjawab jika sampai ada kecelakaan seperti ini. Masalahnya, sebuah mesin pun tidak bisa dipidana atau diganjar. Hanya, bila sebuah kecelakaan sering terjadi kemungkinan yang menjadi permasalahan adalah sistem autonomos yang tertanam pada mobil tersebut.

Google sebagai salah satu pemain pun bisa berbangga karena mobil autonomosnya hanya terlibat sekali error dalam satu juta kali uji coba dimana semakin tipis angka error tersebut tentunya akan semakin aman bagi penumpang di dalamnya yang beritanya bisa disimak pada referensi Rental Sewa Mobil Pregio di Surabaya berikut: http://otomotif.antaranews.com/berita/529168/google-juara-mobil-kemudi-otomatis. Setidaknya, Google membuktikan bahwa di jalanan umum mereka bisa bersaing dengan kendaraan ‘kendali manual’ yang lain.

Dan meski kendaraan autonomos bisa mengaspal jalanan umum, toh Sewa Rental Mobil Honda Mobilio di Surabaya masih menemukan tautan kebijakan yang ‘mengistimewakan’ adanya sistem autonomos ini: http://otomotif.metrotvnews.com/read/2015/01/29/351348/jerman-upgrade-infrastruktur-untuk-mobil-autonomous. Sedangkan alasan yang melatarbelakangi Jerman mengupgrade sistem jalan ini adalah untuk lebih meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta mengurangi kepadatan lalu-lintas. Alasan ini pun masuk akal: jika kita dikelilingi oleh banyak mobil autonomos, maka dukungan supaya sistem tersebut berjalan dengan sebaiknya tentu amat diperlukan. Karena Sewa Rental Mobil Murah di Surabaya sendiri pernah menemukan pada satu tautan tentang adanya pejalan kaki dan lampu merah lalin (pada zebra cross) yang diabaikan oleh mobil taksi autonomos, yang bisa dibaca pada tautan berikut: http://thenextweb.com/cars/2016/12/15/uber-self-driving-car-red-light/. Adalah sebuah kesalahan jika kita mendapati lampu lalin berwarna merah namun masih ada kendaraan yang melaju, pastinya akan mengakibatkan kecelakaan jika pengguna jalan (penyeberang jalan) tidak awas. Hanya, secara kebetulan video pada laman berita tersebut tidak menampilkan kejadian yang membuat miris.

Di lain pihak, sistem autonomos ini juga merambah pertanian. Tak hanya mutlak autonomos, namun para petani masih bisa memantau prosesnya via ponsel pintar mereka. Tapi memang, pertanian modern semacam ini juga hanya berlaku pada tanah pertanian yang datar dan luas:

dan di beberapa tempat di Indonesia mungkin akan kurang tersentuh oleh kecanggihan seperti ini karena sistem penanaman yang terasering, disamping lahan pertanian yang kurang seberapa luas dikarenakan banyak yang masih menggunakan tenaga manusia atau hewan, kecuali jika ada pemanfaatan mesin yang lebih kecil.

Kembali ke jalan, di Indonesia juga masih dirasa kurang cocok untuk mobil dengan teknologi autonomos pada mobil komersial disebabkan infrastruktur. Seperti yang dikutip Rental Sewa Mobil di Surabaya Barat dari halaman berikut: http://dapurpacu.com/314894/teknologi-propilot-nissan-serena-sulit-dibawa-ke-indonesia/. Jikalau saat itu tiba, apakah banyak sopir akan terganti oleh mesin? Sewa Rental Mobil Avanza di Surabaya tidak berpikir ke sana karena agaknya masih terlalu jauh. Namun bila itu terjadi, mungkin kita juga bisa melihat negara luar yang telah mengadopsi sistem ini lebih dulu dan menimbang segala konsekuensinya karena semuanya pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Meskipun tidak terlalu baik, rasanya konsumen Rental Sewa Mobil Innova di Surabaya pun masih merasa nyaman dengan apa yang berlaku sekarang.


TAGS Avanza di Surabaya Honda Innova KIA Nissan Livina Mobil Mobilio Murah Pregio Rental Sewa Sewa Mobil Avanza Sewa Mobil Innova Sewa Mobil Murah di Surabaya Sewa Mobil Surabaya Toyota


-

Author

mainsite:

sewamobildisurabaya: http://www.fortunerentcar.com

rentalmobildisurabaya: http://www.sewamobildisurabaya.org

sewarentalmobildibali: http://www.sewarentalmobilbali.com

Follow Me